Penemuan Klorofil Terbaru Mengejutkan
Tuesday, August 24, 2010 | Author: vrey
Penulis : Yuni Yuli Yanti
Source: Penemuan Klorofil Terbaru Mengejutkan


PARA ilmuwan Australia terpukau pada klorofil baru yang ditemukan selama lebih dari 60 tahun.
Ditemukan di Shark Bay, Australia baguian barat, pigmen baru itu dinamakan klorofil f.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Science, klorofil tersebut dapat memanfaatkan energi cahaya lebih rendah daripada klorofil yang dikenal sebelumnya. Ini adalah jenis kelima molekul klorofil yang dikenal di Bumi.

"Klorofil baru ditemukan bersama stromatolites--struktur seperti bebatuan yang dibentuk oleh bakteri fotosintesis yang disebut cyanobacteria," kata penulis utama Dr Min Chen dari Universitas Sydney.

Pengujian penyerapan spektrum optik dari klorofil baru mengungkapkan bahwa ia bisa menyerap gelombang cahaya lebih panjang daripada klorofil lainnya, 10 nanometer (nm) lebih panjang dari klorofil d dan lebih dari 40 nm lebih panjang dari klorofil a.

Klorofil adalah molekul penting dalam fotosintesis sebuah proses yang memungkinkan tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri untuk mengubah karbondioksida menjadi gula dan oksigen dengan menggunakan energi dari sinar matahari. Sampai saat ini, fotosintesis dianggap hanya terjadi dalam cahaya yang terlihat mata manusia, antara 400 nm sampai 700 nm. Ini sama seperti klorofil yang sangat terbatas hanya menyerap cahaya dalam rentang ini.

Ini menjungkirbalikkan peristiwa pada 1996 ketika para ilmuwan menemukan sebuah cyanobacterium yang bisa berfotosintesis menggunakan cahaya di luar spektrum yang bisa terlihat, yakni pada 710 nm atau di area inframerah. Bakteri ini menggunakan molekul klorofil yang dimodifikasi bernama klorofil d.

Sejak penemuan ini, para ilmuwan di seluruh dunia telah bingung oleh klorofil d bagaimana bisa mendapatkan energi yang cukup dari sinar inframerah untuk fotosintesis.

Sekarang pelajaran tentang fotosintesis perlu ditulis ulang lagi dengan penemuan sebuah klorofil baru yang dapat menyerap cahaya yang lebih rendah dari energi foton, yakni 720 nm.
"Menemukan klorofil baru ini benar-benar membatalkan gagasan tradisional bahwa fotosintesis membutuhkan cahaya energi tinggi," kata Chen. (*/Xinhua/OL-5)
|
This entry was posted on Tuesday, August 24, 2010 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments: